Sabtu, 31 Januari 2015

Puisi Cinta (2011-2012)

                                                                          Aufa
Di Kaki Gunung Slamet

Kabut putih membendung jalan mata
ku masuk, menelusuri gelapnya
anak-anak berkejaran di balik-balik gubug bambu ditengah-tengah persawahan
Ku nantikan kekasih pagi menghampiri mereka yang berkejaran

Aufa,
Berhentilah mencarinya…
Hari sedang menangis, tak usah kau menanti kekasihmu di pagi ini
Biarkan ia bersembunyi dalam indahnya hari

Aufa,
Matamu telah sayu
Semalaman kau bercumbu dalam kepatuhan
Maka. Kekasihmu tlah singgah di hatimu
Pagi ini, kekasihmu tlah menyatu dalam hari






 Sawung Mas,  Muara Cinta
Teruntuk : Sang Penjaga Hati

Ingatkah engkau, bambubambu persaksian
Saat kau sentuh jari jemari ini
Penuh keraguan

Kini kali pertama kutatap matamu, bersama angin dalam remang lampu
Wajah manismu, menebarkan cahaya dalam sirat mataku
Kau yang bersama malam
Bersiap mengejar keraguan, hingga
Kau cumbu malam ini dengan senyuman

Sawung Mas, Muara Cinta
Kau gapai hatiku yang kini sepi
Kau menyambutku, dengan keabadian
Maka kau bersiap
Kau cumbu malam ini dengan senyuman

                        gadisembun, 2012

            Air Derita
Sedari tadi kupandangi lautan di seberang lautan sana
Ku tau tak ada ikan yang akan mennjelma diriMu
Tapi  gemuruh semakin menderu
Kasih?
Kurasakan getaran bumi menyapa dunia ini
TANPA PERMISI
                        19 Agusrtus 2012

SALAM
Salam
Kutemui engkau di ujung batu
Salam
Kau bersembunyi di balik rembulan itu?
Tempat kau menepikan cerita
Tempat kau meletakkan kepalamu
Salam
Kau tundukkan kepala ketika kau bertemu mentari
Kau diamkan hari ketika senja tlah usai
Salam, salamku untuk senyummu
                        19 Agstus 2012


Melati Putih
Sedang aku berklana
Menerawang sang cahaya
Hati kecil ini melirik
Celah ruang disana
Kudengar  rintihan sanubari melati
            Wahai engkau anak sang cahaya
            Bukankah hari terang
            Ibumu memberikan pencerahan
Hingga kini hatimu layu kekeringan
Tetaplah senyum dalam
Kesucian

            Dzikir Cinta
Hujan senja. Kala,
Dzikir cinta bergelayut
Mengikis iman sejoli
Hujan, berikan persembahan cerita
Dzikir cinta bergelayut


            Debu Kematian
Hujan,
Siramilah hatiku akan iman
Bawa diriku hanyut
Berkelana
Hingga kutemukan titik debu kematian

Rindu
Oleh : diery of dedi
Bersandar ku di pangkuan rumput ilalang
Hembusan angin memeluk jiwa yang kering
Menciumi harumnya bunga langit
Perasaan ini goyah hingga pelipis mentari
Tak kuasa bergelut dengan perasaan
Andai saja rasa rindu ini mampu ku ikat
Pastilah takkan pernah lepas bersama kupu-kupu yang mengitari dunia kerinduan


            CINTA
Aku ini cinta
Berani menghadang serigala
Bahkan manusia
Aku ini cinta
Membutakan hati
Berbisik dengan sanubari
Aku ini cinta
Semua orang butuh aku
Karna..
Akulah candu jiwa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar