Aufa
Di Kaki Gunung Slamet
Kabut putih
membendung jalan mata
ku masuk,
menelusuri gelapnya
anak-anak
berkejaran di balik-balik gubug bambu ditengah-tengah persawahan
Ku nantikan
kekasih pagi menghampiri mereka yang berkejaran
Aufa,
Berhentilah mencarinya…
Hari sedang
menangis, tak usah kau menanti kekasihmu di pagi ini
Biarkan ia
bersembunyi dalam indahnya hari
Aufa,
Matamu telah
sayu
Semalaman kau bercumbu
dalam kepatuhan
Maka. Kekasihmu
tlah singgah di hatimu
Pagi ini,
kekasihmu tlah menyatu dalam hari
Sawung
Mas, Muara Cinta
Teruntuk
: Sang Penjaga Hati
Ingatkah engkau, bambubambu
persaksian
Saat kau sentuh jari jemari ini
Penuh keraguan
Kini kali pertama kutatap matamu,
bersama angin dalam remang lampu
Wajah manismu, menebarkan cahaya
dalam sirat mataku
Kau yang bersama malam
Bersiap mengejar keraguan, hingga
Kau cumbu malam ini dengan senyuman
Sawung Mas, Muara Cinta
Kau gapai hatiku yang kini sepi
Kau menyambutku, dengan keabadian
Maka kau bersiap
Kau cumbu malam ini dengan senyuman
gadisembun,
2012
Air Derita
Sedari
tadi kupandangi lautan di seberang lautan sana
Ku
tau tak ada ikan yang akan mennjelma diriMu
Tapi gemuruh semakin menderu
Kasih?
Kurasakan
getaran bumi menyapa dunia ini
TANPA
PERMISI
19 Agusrtus 2012
SALAM
Salam
Kutemui
engkau di ujung batu
Salam
Kau
bersembunyi di balik rembulan itu?
Tempat
kau menepikan cerita
Tempat
kau meletakkan kepalamu
Salam
Kau
tundukkan kepala ketika kau bertemu mentari
Kau
diamkan hari ketika senja tlah usai
Salam,
salamku untuk senyummu
19 Agstus 2012
Melati Putih
Sedang aku
berklana
Menerawang sang
cahaya
Hati kecil ini
melirik
Celah ruang
disana
Kudengar rintihan sanubari melati
Wahai engkau anak sang cahaya
Bukankah hari terang
Ibumu memberikan pencerahan
Hingga kini
hatimu layu kekeringan
Tetaplah senyum
dalam
Kesucian
Dzikir Cinta
Hujan senja.
Kala,
Dzikir cinta
bergelayut
Mengikis iman
sejoli
Hujan, berikan
persembahan cerita
Dzikir cinta
bergelayut
Debu Kematian
Hujan,
Siramilah
hatiku akan iman
Bawa diriku
hanyut
Berkelana
Hingga kutemukan
titik debu kematian
Rindu
Oleh : diery of dedi
Bersandar ku di
pangkuan rumput ilalang
Hembusan angin
memeluk jiwa yang kering
Menciumi
harumnya bunga langit
Perasaan ini
goyah hingga pelipis mentari
Tak kuasa
bergelut dengan perasaan
Andai saja rasa
rindu ini mampu ku ikat
Pastilah takkan
pernah lepas bersama kupu-kupu yang mengitari dunia kerinduan
CINTA
Aku ini cinta
Berani
menghadang serigala
Bahkan manusia
Aku ini cinta
Membutakan hati
Berbisik dengan
sanubari
Aku ini cinta
Semua orang butuh aku
Karna..
Akulah candu jiwa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar